Minggu, 14 April 2013

Ayam Sentul


Ayam lokal indonesia sangat berpotensi untuk dikembangkan karena mempunyai banyak kelebihan. Ayam-ayam lokal lebih mudah dalam pemeliharaannya, karena sama-sama kita ketahui bahwa ayam di indonesia dipelihara tidak secara intensif namum populasi dan perkembangannya sangat bagus, ayam lokal lebih tahan terhadap kondisi lingkungan berbeda dengan ayam ras yang kurang tahan terhadap suhu lingkungan. Ayam lokal bagi beberapa masyarakat di indonesia lebih disukai dari pada ayam ras, meski harga relatif lebih mahal dari ayam ras.
Ayam lokal sangat berperan penting dalam pemenuhan protein masyarakat, meski banyak masyarakt kita yang menggunakan ayam ini sebagai tabungan dan dipotong pada hari yang dianggap istimewa. Di indonesia terdapat banyak jenis ayam lokal baik yang asli atau dari hasil adaptasi dari puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Ayam lokal dapat digolongkan sebagai tipe pedaging (pelung, nagrak, gaok, dan sedayu), petelur (kedu hitam, kedu putih, nusa penida, nunukan, merawang, wareng, dan ayam sumatera), dan dwiguna (ayam sentul, bangkalan, olagan, kampung, ayunai, melayu, dan ayam siem). Selain itu dikenal pula ayam tipe petarung (ayam banten, ciparage, tolaki, dan bangkok) dan ternak kegemaran/ hias, seperti ayam pelung, gaok, tukung, burgo, bekisar, dan walik (Gozali, 2010).
Ayam sentul merupakan ayam lokal yang dikembangkan oleh masyaraka Ciamis Jawa Barat. Pada ayam Sentul terdapat berbagai galur yaitu Sentul Abu/kulawu, Sentul putih/batu, Sentul  Emas/jambe, Sentul Geni, sentul debu.  Ayam sentul merupakan ayam lokal yang cukup baik tingkat produksinya dimana pertumbuhanya relatif lebih cepat dan produksi telur tinggi. Ayam Sentul memiliki performans yang baik dalam tingkat produksifitas (daging, telur), bahkan lebih baik dibandingkan dengan beberapa rumpun ayam lokal lain (Puslitbangnak, 2011). Oleh karena itu, Ayam Sentul dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daging dan telur lokal.
Dilihat dari wilayah penyebarannya, ayam sentul hampir tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Ciamis, khususnya di Kecamatan Ciamis, Cijeungjing, Cikoneng, Sindangkasih, Cipaku, dan Banjarsari.  Bahkan di Kecamatan Ciamis dan Banjarsari, pengembangan ayam sentul ditangkarkan secara khusus oleh kelompok peternak, baik untuk tujuan bisnis atau pun untuk pelestarian.
Kurangnya informasi atau studi tentang ayam sentul menjadi kendala dalam peningkatan mutu genetik, khususnya karakteristik atau ciri-ciri ayam sentul belum terindentifikasi secara pasti dan jelas. oleh karenanya penelaahan karakteristik ayam menjadi sangat penting dan mendasar dalam rangka menunjang program konservasi dan mutu ayam Sentul.
*maaf masih perlu banyak koreksi..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar