Jumat, 11 Oktober 2013

Tentang Hobi Ku? mungkin?

Setiap orang pasti mempunyai kegemaran. baik yang santai, extrim samapi terkadang di bilang aneh. tentang hobi biasa jadi hal yang menguntungkan baik dari segi nyamanya diri dari stres, tempat meluapkan kelelahan, dan terkadang juga bisa jadi menguntungkan dari sisi keuntungan. gk ada salahnya menurutku hobi itu asal jangan hobo yang merugikan orang.
kalo kita mencoba googling, kita ketik "Hobi" muncul berbagai mancam baik definisi, manfaat (kesahatan, pendidikan, produksifitas) dan yang lainya. kesimpulanya hobi bisa kita gunakan untuk hal yang positif untuk diri kita.
Hobi dalam pekerjaan penting untuk diketahui oleh perusahaan pada bidang yang mengurusi tentang pengembangan dan kinerja  dari pegawai dimana salah satu meningkatkan motivasi kerja pegawai adalah dengan menyentuh dari sisi hobo pekerja. ketika fasilitas hobinya terpenuhi maka pegawai akan nyaman dan bekerja dengan baik.
mengenai hobiku banyak yah kalo ku pikir semua insyaallah gk ada yang merugikan orng lain. bagiku hobiku hal yang menyenangkan. saya rasa ini sama dengan yang anda pikirkan tentang habi anda.

ni hobi yang aku sukai, menanam bunga, melihara ikan (hias atau budidaya), membersihkan halaman rumah, memiara hewan ternak (dari semua jenis unggas, untuk ternak ruminan blm di coba tp insyaallah akan di coba). 
ku pikir itu semua bisa jadi hal yang menguntungkan dari sisi ekonomi. aku berfikir untuk mengambangkanya. semoga aku bisa bangun dari mimpi2ku dan segera menunaikan mimpi2ku ini.

Kamis, 03 Oktober 2013

Hadis Tentang Salat Duha

Hadis Terkait
Hadis Rasulullah SAW terkait salat duha antara lain :
Add caption

  • “Barang siapa salat Duha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)
  • "Siapapun yang melaksanakan salat duha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (H.R Tirmidzi)
  • "Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW salat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat." (HR Abu Daud)
  • "Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata,"Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang salat dhuha. Ia bersabda,?Salat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari)." (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi)
  • "Rasulullah bersabda di dalam Hadis Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat salat duha, karena dengan salat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)
  • "“Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat salatnya setelah salat shubuh karena melakukan iktikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat salat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)
  • "Dari Abi Zar r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Setiap pagi ada kewajiban untuk bersedekah untuk tiap-tiap persendian (ruas). Tiap-tiap tasbih adalah sedekah, riap-tiap tahlil adalah sedekah, tiap-tiap takbir adalah sedekah, dan menganjurkan kebaikan serta mencegah kemungkaran itu sedekah. Cukuplah menggantikan semua itu dengan dua raka'at salat Dhuha.” (HR Muslim)

Doa salat dhuha

Pada dasarnya doa setelah salat duha dapat menggunakan doa apapun. Bahkan pernah tercatat Nabi SAW beristighfar seusai shalat duha dan dilanjutkan dengan doa lain.[3] Doa yang biasa dilakukan selepas salat duha adalah:
Dalam tulisan latin: "Allahumma innad dhuha-a dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal 'ismata 'ismatuka. Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa-anzilhu, wa in kana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’assaron fa yassirhu, wa in kana haroman fathohhirhu, wa in kana ba’idan faqorribhu, bihaqqi dhuha-ika, wa baha-ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudrotika, aatini ma atayta 'ibadakas sholihin".
Artinya: "Ya Allah, bahwasannya waktu dhuha itu adalah waktu dhuha-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh".

Surah-surah yang paling baik dibaca

Surah-surah yang paling baik dibaca ketika salat duha adalah:
  • Surah Al-Waqi’ah
  • Surah Asy-Syams
  • Surah Ad-Duha
  • Surah Al-Kafirun
  • Surah Quraisy
  • Surah Al-Ikhlas
Surah yang paling disunahkan ketika salat dhuha yaitu:
  • Rakaat pertama disunahkan membaca Surah Asy-Syams
  • Rakaat kedua disunahkan membaca Surah Ad-Duha
Untuk rakaat berikutnya:
  • Setiap rakaat pertama disunahkan membaca Surah Al-Kafirun
  • Setiap rakaat kedua disunahkan membaca Surah Al-Ikhlas

Sabtu, 31 Agustus 2013

Ayam sentul

Ayam Sentul merupakan ayam lokal di Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Ayam Sentul dipiara secara semi intensif dan dapat dijadikan komoditas untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Ciamis (Iskandar et al., 2004a). Ayam Sentul merupakan ayam lokal yang cukup baik tingkat produksinya dimana pertumbuhanya relatif lebih cepat dan produksi telur tinggi. Menurut Puslitbangnak  (2011). dibandingkan rumpun ayam lokal lain, ayam sentul dapat dikatakan lebih unggul dalam memproduksi telur dan daging, sehingga ayam Sentul dapat dikategorikan termasuk tipe dwiguna (pedaging dan petelur).
Ayam Sentul merupakan ayam lokal/ayam buras asal kabupaten Ciamis-Jawa Barat, kata Sentul berasal dari bahasa Jawa yang artinya “Kekuning-kuningan atau Kuning Keabu-abuan”. Sementara itu di daerah Ciamis ada semacam buah yang warnanya Abu-abu kekuning-kuningan, oleh karena itu ayam yang berkembang di daerah Ciamis yang mempunyai warna Abu-abu kekuning-kuningan disebut ayam Sentul.
Menurut sejarah ayam Ciamis atau ayam Sentul adalah ternak ayam peninggalan Satria Ciung Wanara dari perkawinan Raja Galuh dengan Naganingrum. Berdasarkan hikayat, setelah dilahirkan Ciung Wanara dihanyutkan ke Sungai Citanduy karena bukan Permaisuri Bramawidjaja (Raja Galuh) yang sah. Sewaktu dihanyutkan dalam perahunya dibekali 2 butir telur ayam, selanjutnya Ciung Wanara ditemukan oleh kakek dan nenek Balangantrang. Sambil mengurus Ciung Wanara, telur ayam dicoba dieramkan bertempat di daerah Naga Wiru (Ciamis Kota sekarang). Setelah menetas, oleh kakek dan nenek Balangantrang terus dipiara dan berkembang dengan baik, diantara keturunannya terdapat ayam sentul jantan dengan warna bulu “Jalak Harupat”. Ayam tersebut sangat disayangi oleh Ciung Wanara dan kemudian diberi nama “Si Jelug” dalam setiap kontes ketangkasan Si Jelug selalu keluar jadi pemenang. Pada saat Ciung Wanara mengikuti kontes ketangkasan dengan ayam para bangsawan Tatar Galuh selalu menang sehingga menarik perhatian raja Galuh untuk menandingkan ternak ayam miliknya dengan taruhan sebagian wilayah kerajaan Galuh. Ciung Wanara menang dan mendapatkan sebagian Wilayah Galuh. Melihat sejarahnya kiranya sudah sepantasnya bila ayam sentul dapat berkembang dengan baik di Tatar Galuh khususnya daerah Ciamis.

Iskandar et al.(2004b) menjelaskan bahwa kepemilikan ayam Sentul per kepala keluarga relatif kecil meskipun ayam ini tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Ciamis.

Ayam Sentul merupakan tipe ayam lokal yang dwiguna yaitu mampu menghasilkan daging dan telur. Widjastuti (1999) menyatakan bahwa fertilitas telur ayam Sentul yang dipelihara pada dua sistem alas kandang yang berbeda yaitu sebesar 80% pada kandang cage dan 79% pada kandang litter, sedangkan daya tetas telur ayam Sentul yaitu sebesar 68,41% pada kandang cage dan 67,13% pada kandang litter. Nurhayati (2001) menjelaskan berdasarkan penelitian yang dilaksanakan di Desa Muktisari Kabupaten Ciamis bahwa ayam Sentul memiliki bobot badan dewasa pada jantan sebesar 2.603,8 ± 207 g dan betina 1.408 ± 123 g, pertambahan bobt badan 70,30 ± 16,87 g/hari, jumlah telur 17 ± 1 butir dan daya tetas telur secara pengeraman alami sebesar 88,22 ± 10,2 % (waktu bertelur 21 ± 3 hari, mengeram 21 hari, mengasuh anak 60 hari dan masa istirahat 12 ± 1,5 hari). Iskandar et al. (2004b) berdasarkan penelitian yang dilaksanakan di desa yang berbeda dari Nurhayati (2001) dan Iskandar et al. (2005) menyatakan bahwa bobot badan dan tinggi badan masing-masing untuk betina 1.850 g dan 46 cm dan jantan 2.500 g dan 54 cm. Nataamijaya (2005) menyatakan bahwa ayam Sentul mampu bertelur sampai sebanyak 26 butir/periode. Rataan ukuran tubuh ayam Sentul yang selengkapnya disajikan pada Tabel 3. Pemeliharaan ayam Sentul secara intensif di dalam kandang batere mampu menghasilkan telur hen day mencapai 57,14% dengan konversi pakan sebesar 3,77 (Iskandar et al., 2006).

*maaf ini hanya bahan untuk tinpus

Kamis, 25 April 2013

Bangsa-Bangsa Kambing Perah

Kambing merupakan salah satu jenis ternak yang cukup digemari dan telah menyatu dengan kehidupan masyarakat, namun skala usahanya masih terbatas dengan sistem pemeliharaan dan perkembangbiakan yang masih tradisional. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50-150 gr/hari atau dilakukan pemerahan susu, maka hasilnya akan meningkat dan dapat dijadikan cabang usaha tani ataupun usaha pokok. Ada hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu : harus mengenal bangsa kambing dan ciri-ciri kambing untuk bibit, bahan pakan dan cara pemberiannya, dan tata laksana.
Pemeliharaan ternak kambing yang sangat mudah karena tidak membutuhkan keterampilan yang khusus, sehingga peternak barupun mampu secara cepat belajar manajemen pemeliharaan. Usaha ternak di pedesaan, tidak memerlukan modal yang besar, karena dapat dilakukan dengan sistem gaduhan (bagi hasil anak), ataupun dengan pembelian induk yang tidak terlalu mahal bila dibandingkan ternak besar serta siklus perputaraan modal relatif singkat. Penyediaan sumber pakan hijauan yang ada di pedesaan umumnya cukup berlimpah seperti rumput lapangan, leguminosa, limbah pertanian (limbah sayuran, tanaman pangan, perkebunan), dan lainnya. Selain itu, dalam berusaha ternak kambing/domba tidak perlu memiliki lahan yang luas, hanya diperlukan kandang (sesuai dengan jumlah yang dipelihara), pakan yang dapat diambil dari kebun, lapangan umum, atau di gembalakan di lahan-lahan umum (lapangan, dibawah perkebunan dan lainnya).
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk membahas beberapa bangsa-bangsa kambing perah, baik yang dikembangkan di Indonesia atau yang tidak.


PEMBAHASAN
Selain kambing penghasil daging, ada kambing yang digunakan sebagai penghasil susu atau kambing tipe perah. Kambing ini mampu menghasilkan susu walaupun produktivitasnya rendah, namun harga susu kambing lebih mahal dibanding susu sapi. Berikut beberapa kambing tipe perah :

1.    Kambing Saanen
Kambing Saanen, namanya diambil dari daerah asalnya, yakni di lembah Saanen, Negara Swiss. Kambing Saanen ini adalah kambing yang di pelihara atau diternakkan untuk diambil susunya.
Kambing Saanen ini adalah jenis kambing perah yang tubuhnya termasuk besar. Dimana jenis jantan nya bisa mempunyai berat kira-kira  90 kg dan betina  60kg. Jantan tingginya kira-kira 90cm, sedangkan betina 80 cm. Berat lahir anak kambing saanen adalah 3 kg untuk jantan dan 3.3 kg untuk betina.



Kambing Saanen betina memproduksi susu sampai dengan 3.8 liter per hari. Kandungan lemak susunya bisa mencapai 2.5% – 3%. Sama dengan kambing Alpines, kambing saanen ini dipelihara sebagai kambing perah yang popular di Eropa. Per tahunnya kambing saanen betina dapat menghasilkan anak 1 – 2 ekor.
Kambing saanen memiliki perilaku yang tenang dan kalem. Karena itulah kambing saanen sangat mudah untuk dipelihara. Kadangkala kambing saanen ini juga sering ditampilkan dalam pertunjukan sirkus, untuk memainkan atraksi atraksi kecakapan.



Warna bulu yang popular adalah putih, kadangkala juga bisa dijumpai kambing saanen berwarna krem. Tulang yang panjang dan besar adalah salah satu ciri khasnya, Telinganya tegak, hidung lurus, Jantan dan betina biasanya memiliki janggut – sering kali janggut ini dipangkas dalam pertunjukan, baik jantan ataupun betina memiliki tanduk.
Kambing perah ini sensitive terhadap sinar matahari yang berlebihan, kondisi kesehatan yang terbaik dicapai jika kambing hidup di daerah dingin. Dianjurkan untuk memberikan naungan agar terhindar dari mataharai dan embun yang berlebihan.
Mereka biasanya makan rerumputan, jerami dan biji-bijian ,minum kira-kira 3liter air per harinya. Penyebarannya sudah mencapai berbagai belahan dunia, Inggris, Amerika, Australia bahkan Indonesia. Di tempat tempat tersebut Kambing Saanen disilangkan lagi di Inggris disilangkan dengan kambing setempat dan dihasilkan jenis British Saanen. Di Indonesia disilangkan dengan jenis Peranakan Ettawa. Di Selandia baru ada jenis kambing Sable, yang juga merupakan keturunan dari kambing Saanen.

2.    Kambing Etawah (Jamnapari)
. Kambing Etawah asli atau dikenal dengan kambing Jamnapari berasal dari daerah Jamnapari India. Kambing Etawah mempunyai ciri-ciri dahi dan hidungnya cembung, telinga panjang (30 cm) dan terkulai ke bawah, baik jantan maupun betina bertanduk pendek, kaki panjang dan berbulu panjang pada garis belakang kaki, warna bulu belang hitam putih atau merah, atau coklat putih. Tinggi kambing jantan berkisar antara 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan yang betina hanya mencapai 92 sentimeter. Bobot yang jantan bisa mencapai sekitar 68-91 kilogram, sedangkan betina hanya mencapai 36-63 kilogram.



Kambing jenis ini mampu menghasilkan susu hingga 3 liter/ekor/hari, dengan ambing relatif besar dan panjang seperti botol. Keturunan silangan (hibrida) kambing etawa dengan kambing lokal dikenal sebagai kambing “Peranakan etawa” atau “PE”. Kambing PE berukuran hampir sama dengan etawa namun lebih adaptif terhadap lingkungan lokal Indonesia.




3.    Kambing Alpine
Kambing Alpine dalah jenis kambing yang berasal dari pegunungan Alpine, Perancis. Jenis kambing ini tersebar di negara Perancis, Swiss dan Amerika. Jenis yang paling besar dilihat dari bentuk dan besarnya nilai produksi adalah jenis yang dibawa ke Amerika.


Warna bulu kambing ini adalah putih murni terdapat warna coklat kekuningan, abu-abu, cokelat, hitam, merah, menggertak, belang-belang, atau berbagai bayang-bayang atau kombinasi dari warna-warna ini. Warna muka ada garis putih di atas hidung. Kedua jenis kelamin umumnya berbulu pendek, tapi biasanya betina memiliki bulu panjang sepanjang tulang belakang. Janggut juga dapat ditemukan pada jenis kelamin betina. Kambing ini ada yang bertanduk dan ada yang tidak bertanduk, tubuhnya besar dan tingginya sama dengan kambing Saanen. Telinga dalam Alpine berukuran sedang, bertekstur halus, dan lebih tegak. Ukuran kambing alpines adalah : Betina : tinggi sekitar 30 inchi, berat 135 ponds. Jantan : tinggi sekitar 34-44 inchi, berat : 170 ponds.


Kambing betina adalah penghasil susu yang baik untuk anaknya karena jenis ambing yang berbentuk kerucut menyerupai dot. Sehingga anak kambing sangat mudah untuk menyusu. Walaupun aslinya hidup di daerah yang dingin tapi jenis kambing alpines sangat mudah berdaptasi dan berkembang biak di jenis cuaca tempatnya hidup.

4.    Kambing (Anglo)-Nubian
Kambing Anglo Nubian dikembangkan di Inggris, di Amerika dikenal dengan nama Nubia. Kambing Anglo Nubian ini hasil dari persilangan antara Kambing asal Afrika dengan kambing asal  India.

Kambing Anglo Nubian merupakan kambing serba guna, berguna sebagai kambing perah dan kambing potong yang  diambil daging atau susunya. Jenis Ini bukan produsen susu yang baik namun memiliki rata-rata  kandungan lemak mentega yang tinggi (antara empat dan lima persen). Musim kawin Kambing Anglo Nubian lebih lama dari pada kambing keturunan Swiss sehingga memungkinkan untuk menghasilkan susu sepanjang tahun.


Kambing Anglo Nubian ini paling cocok untuk diternakkan di daerah yang panas. Karena merupakan kambing yang dapat digunakan sebagai kambing perah dan kambing potong banyak negara yang telah menggunakan jenis kambing Anglo Nubian ini untuk proses Grading Up ( proses memperbaiki keturunan ) hasil susu dan daging dari kambing keturunan lokal.
Kambing Anglo Nubian adalah kambing perah yang menghasilkan susu dengan jumlah lumayan banyak dan dapat diperah dalam jangka waktu yang lama, selain itu juga dapat digunakan sebagai kambing potong. Hal tersebut yang menjadikan menternakkan kambing jenis ini sangat bagus prospeknya. Kambing ini dinamakan Nubia karena awalnya ditemukan di daerah timur laut Afrika, Arab dan India.  Peternak dari Inggris mengimport kambing ini pada tahun 1895 untuk dikembangkan lebih lanjut di negaranya. Kambing yang merupakan kambing dual purpose ini disebut Nubia di Amerika.



Penampilan jenis kambing Anglo-Nubian dianggap sebagai “aristokrat” kaarena telinga yang panjang, terjumbai dan tergantung dekat kepala dan membawa jelas hidung romawi dan selalu berbulu pendek, berkaki panjang dan dapat menyesuaikan diri di daerah panas. Kambing Anglo nubia mempunyai banyak kombinasi warna, namun yang umum adalah merah hitam dan coklat biasanya datang dengan kombinasi dengan warna putih. Jenis kambing Anglo Nubian jantan memiliki bulu yang pendek di bagian dada, punggung dan paha.
Kambing betina memiliki bagian ambing yang besar dan terjumbai, jika dibandingkan dengan kambing keturunan swiss atau eropa, jumbai pada ambingnya lebih panjang. Susu yang dihasilkan memang lebih sedikit dibandingkan dengan kambing keturunan swiss namun memiliki kadar lemak susu ( butterfat ) yang lebih tinggi. Kambing ini merupakan kambing yang subur (beranak kembar) dan ada yang bertanduk dan ada yang tidak bertanduk.
Kambing betina memiliki tinggi kira-kira 76cm  beratnya sekitar 60 kg, sedangkan yang jantan tingginya mulai 88cm dan beratnya 78 kg. Bagian kepala berkembang dengan karakteristik yang khas, profil wajah diantara mata dan moncongnya sangat cembung. Mempunyai telinga yang panjang yang terjumbai lebih dari moncongnya namun tidak lebar dan tidak melipat seperti kambing Ettawa, bentuk telinganya tersebut agak kaku.  Rambut kepalanya halus dan mengkilap.

5.    Kambing Hitam Anatolia
Kambing ini berkembang biak daerah anatolia, turki, dikembang biak kan sebagai kambing perah, potong atau pedaging dan diambil serat atau bulunya. kambing jenis ini termasuk jenis kambing yang berasal dari daerah Suriah.




6.    Kambing Appenzel
Kambing ini berbulu putih dengan  bulu yang panjangnya sedang, memiliki perpaduan anggota tubuh yang baik. Bentuk tubuh yang lebih lebar dan lebih kecil dibandingkan kambing saanen. Jantan tingginya berkisar 75-85cm berat 65kg sedangkan betina 70-80cm berat 45kg.

Kambing ini berkembang biak di Negara Swiss, daerah sebaran nya sekitar Canton Appenzell, St.Gallen (Togeburg), di Canton Zurich dibiakkan jenis salah satu jenis Appenzell yang merupakan hasil dari persilangan antara Appenzell dengan Saanen. Saat ini jumlahya sangat sedikit. Produksi susu pada periode menyusui hamper sama dengan kambing jenis lain yaitu: 700-800kg, Lemak 2,9%, protein 2,7% , durasi laktasi 270 hari.



7.    Kambing Argentata

Kambing Argentata dari sekitar Gunung Etna di bagian timur sisilia dan daerah penyebarannya ada sekitar di Provinsi Catania, Messina, Enna, dan  Palermo. Asal Usul jenis ini sangat tidak dikenal dan sekarang sudah menjadi sangat langka.

Namanya yang diterjemahkan Sebagai Argentata Perak diambil dari warna bulunya, yaitu percampuran antara putih dan abu-abu hitam. Jenis kambing ini adalah kambing yang diambil susunya dan secara tradisioal susunya diperah untuk bahan pembuatan keju dari timur Sisilia.

8.    Kambing Bhuj

Kambing bhuj ini juga dikenal dengan nama Bhuj Brasileira. Kambing Bhuj ini ditemukan di daerah tenggara Brazil. Kambing ini adalah kambing dwiguna, sebagai kambing perah yang diambil susu dan Kambing potong yang diambil dagingnya. Kambing ini biasanya berwarna hitam dengan sedikit warna putih di bulunya. Bentuk hidung kambing Bhuj ini convex, atau dikenal juga dengan bentuk “roman nose”, bentuk yang sama dengan bentuk hidung kambing ettawa. Asal kambing ini adalah dari kambing jenis Kutchi di India.


9.    Kambing Bionda Deladamello
The “Bionda dell ‘Adamello” adalah kambing lokal dari Italia utara Region Lombardia. Namanya diambil dari warna bulunya. Bionda dalam bahasa Italia berarti Fair – dan dari gunung “Adamello” yang merupakan bagian dari Pegunungan Alpen Italia. Termasuk dalam populasi kambing yang disebut kambing Alpine.

Pada awal perkembangannya kambing ini merupakan jenis kambing yang menyebar luas di kawasan Val Camonica-Region Lombardia, district of Brescia, Italia Utara. Banyak foto dan saksi-saksi lisan mengkonfirmasi kehadirannya. Hari ini, kambing jenis  “Bionda dell’Adamello” masih dibesarkan terutama di lembah ini dan secara keseluruhan terdapat 40 kelompok yang berjumlah hampir 1.200 kambing di Lombardia.
Pembiakan kambing jenis Bionda dell ‘Adamello biasanya dibesarkan dalam kawanan kecil 15 hingga 20 hewan. Kambing ini merupakan kambing perah yang diambil susunya, yang digunakan untuk produksi keju, pemerahan dilakukan setelah penyapihan anak-anak.

Kambing ini memiliki bulu sangat panjang dengan warnanya cokelat muda. Pada bagian kaki, telinga, bagian dalam paha dan perut berwarna putih.

10.  Kambing Toggenburg
Kambing Toggenburg adalah kambing perah yang ditemukan dan berkembang biak di lembah Toggenburg, Swiss. Kambing Toggenburg memiliki bentuk tubuh yang sedang dan memiliki produksi susu yang jumlahnya tidak banyak jika dibandingkan kambing perah lainnya seperti misalnya kambing Saanen, Anglo Nubian, Argentata atau Bionda DelAdamello.  Kandungan lemak susu ( butterfat ) nya pun termasuk rendah , hanya sekitar 2-3 %, sedangkan kadar protein nya 2,8%.


Kambing perah ini memiliki warna seragam dan jarang yang memiliki beberapa warna sekaligus dalam satu tubuh.  Warnanya mulia dari coklat keuningan sampai coklat tua gelap. Pada bagian kepala memiliki warna putih demikian juga pada bagian telinga dan kakinya (mulai dari bagian lutut ke bawah).
Kambing ini memiliki tanda putih yang berbeda: telinga putih dengan bercak gelap di tengah, dua garis putih di wajah dari atas masing-masing mata untuk moncong, kaki belakang putih dari hocks untuk kuku, kaki depan dari lutut ke bawah putih dengan garis gelap di bawah lutut diterima, sebuah segitiga putih di kedua sisi ekor.


Produksi susu dapat maksimal jika kambing ini dikembang biakkan pada suhu atau cuaca yang dingin.  Memilik waktu laktasi sekitar 5 bulan atau 257 hari.  Untuk memproduksi susu secara maksimal kambing ini harus dikandangkan dan tidak dibiarkan berkeliaran di padang rumput secara bebas. Jika diperah terus selama 365 hari maka akan didapatkan jumlah susu 2-4liter/harinya.
Kuku kambing harus rutin dipotong setiap 4 – 8 minggu sekali. Mereka memerlukan pakan yang mengandung 12-18% protein agar bisa berkembang biak secara maksimal. Tidak diperkenankan yang mengandung Urea karena sangat mempengaruhi pencernanaan mereka.  Kambing ini memerlukan air yang cukup, dan harus selalu tersedia di sekitaan mereka. Kambing Toggenburg jantan sudah dapat dikatakan dewasa sejak umur 7 bulan dan siap kawin. Sedangkan betinanya mulai umur 7 – 8 bulan.
Kambing Toggenburg adalah salah satu kambing perah yang sudah sejak lama dikenal manusia, dapat dibilang termasuk yang tertua. Sudah  mulai diperah sejak tahun 1600. Kambing perah ini sudah menyebar ke seluruh dunia, bahkan sudah masuk ke Amerika sejak tahun 1853.
Kambing Toggenburg yang baik haruslah memiliki badan yang kompak. Memiliki tubuh yang tidak terlalu tinggi. Ambing susunya lumayan besar namun tidak menjuntai kebawah, kencang. .Bulunya pendek dan halus.  Bentuk kepalanya lurus atau dishes. Telinganya tegak kea rah atas.  Berat kambing Toggenburg dewasa rata-rata sekitar 55 kg. Perilakunya tenang dan ramah sehingga banyak juga dijadikan hewan peliharaan.

Rabu, 17 April 2013

Tentang Sebuah Pesan


Ilustrasi 
Pernahkah anda mendapatkan pesan? Yah pesan baik tentang nasihat atau petuah dari seorang yang kita anggap telah terlebih  dahulu mengalami dari pada kita, atau orang yang faham akan apa yang kita alami sehingga ia memberiakan nasihat kepada kita. Pesan adalah setiap pemberitahuan, kata, atau komunikasi baik lisan maupun tertulis, yang dikirimkan dari satu orang ke orang lain.
Pesan muncul pasti ada maksud/tujuan, apa ada pesan namun tidak ada maksud dari pesan tersebut. Sampai saat ini saya berkeismpulan itu tidak mungkin. Jangankan pesan, tulisan yang sekarang kita baca ini pasti mempunyai maksud tertentu. Baik supaya seorang membaca tulisan ini, memahami apa yang difikirkan oleh penulis atau agar pembaca mengerti dan memahami si penulis (mencari perhatian). Pesan diberikan terkadang tidak diberikan secara langsung ada yang melalui sebuah cerita, sebuah gambar dan lainnya.

Apakah tidak ada tujuan disitu?

Sebuah lembaga memberikan pesan terhadap anggotanya, adakah tujuan disitu?


Seseorang sahabat memberi pesan terhadap sahabatnya, adakah tujuan disitu?

Seorang laki2 memberikan pesan kepada istrinya, adakah Tujuan disitu?

Namun kita juga harus memahami apa esensi dari pesan itu, karena menurut saya ini adalah hal terpenting dari sebuah pesan. Dalam sebuah pembicaraan pesan menjadi sebuah inti pokok ketika kita mampu menangkap pesan diri sebuah pembicaraan maka kita kan mengerti apa tujuan pesan tersebut. Sebuah pesan bisa muncul dari urusan pribadi atau urusan banyak orang sehingga kita harus jeli apakah pesan ini bertujuan baik atau tidak. Sehingga kita tidak membuat kesimpulan yang salah terhadap suatu pesan dan kita akan segera mengerti apa maksud dan tujuan dari sebuah besan yang diberikan kepada kita. 

Minggu, 14 April 2013

Ayam Sentul


Ayam lokal indonesia sangat berpotensi untuk dikembangkan karena mempunyai banyak kelebihan. Ayam-ayam lokal lebih mudah dalam pemeliharaannya, karena sama-sama kita ketahui bahwa ayam di indonesia dipelihara tidak secara intensif namum populasi dan perkembangannya sangat bagus, ayam lokal lebih tahan terhadap kondisi lingkungan berbeda dengan ayam ras yang kurang tahan terhadap suhu lingkungan. Ayam lokal bagi beberapa masyarakat di indonesia lebih disukai dari pada ayam ras, meski harga relatif lebih mahal dari ayam ras.
Ayam lokal sangat berperan penting dalam pemenuhan protein masyarakat, meski banyak masyarakt kita yang menggunakan ayam ini sebagai tabungan dan dipotong pada hari yang dianggap istimewa. Di indonesia terdapat banyak jenis ayam lokal baik yang asli atau dari hasil adaptasi dari puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Ayam lokal dapat digolongkan sebagai tipe pedaging (pelung, nagrak, gaok, dan sedayu), petelur (kedu hitam, kedu putih, nusa penida, nunukan, merawang, wareng, dan ayam sumatera), dan dwiguna (ayam sentul, bangkalan, olagan, kampung, ayunai, melayu, dan ayam siem). Selain itu dikenal pula ayam tipe petarung (ayam banten, ciparage, tolaki, dan bangkok) dan ternak kegemaran/ hias, seperti ayam pelung, gaok, tukung, burgo, bekisar, dan walik (Gozali, 2010).
Ayam sentul merupakan ayam lokal yang dikembangkan oleh masyaraka Ciamis Jawa Barat. Pada ayam Sentul terdapat berbagai galur yaitu Sentul Abu/kulawu, Sentul putih/batu, Sentul  Emas/jambe, Sentul Geni, sentul debu.  Ayam sentul merupakan ayam lokal yang cukup baik tingkat produksinya dimana pertumbuhanya relatif lebih cepat dan produksi telur tinggi. Ayam Sentul memiliki performans yang baik dalam tingkat produksifitas (daging, telur), bahkan lebih baik dibandingkan dengan beberapa rumpun ayam lokal lain (Puslitbangnak, 2011). Oleh karena itu, Ayam Sentul dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daging dan telur lokal.
Dilihat dari wilayah penyebarannya, ayam sentul hampir tersebar di seluruh wilayah di Kabupaten Ciamis, khususnya di Kecamatan Ciamis, Cijeungjing, Cikoneng, Sindangkasih, Cipaku, dan Banjarsari.  Bahkan di Kecamatan Ciamis dan Banjarsari, pengembangan ayam sentul ditangkarkan secara khusus oleh kelompok peternak, baik untuk tujuan bisnis atau pun untuk pelestarian.
Kurangnya informasi atau studi tentang ayam sentul menjadi kendala dalam peningkatan mutu genetik, khususnya karakteristik atau ciri-ciri ayam sentul belum terindentifikasi secara pasti dan jelas. oleh karenanya penelaahan karakteristik ayam menjadi sangat penting dan mendasar dalam rangka menunjang program konservasi dan mutu ayam Sentul.
*maaf masih perlu banyak koreksi..

Minggu, 10 Juni 2012

Maratibul Amal (urutan amal)

Inilah urutan amal (maratibul amal) yang dituntut dari seorang al-akh yang tulus:

1.      Perbaikan diri sendiri (bina’usy syahsiyah islamiyah), sehingga ia menjadi orang yang
·         kuat fisiknya (qowiyyul jismi),
·         kokoh akhlaknya (matinul khuluq),
·         luas wawasannya (mutsafaqul fikri),
·         mampu mencari penghidupan (Qodirun Alal Kasbi),
·         selamat aqidahnya (salimul aqidah),
·         benar ibadahnya (shohihul ibadah),
·         pejuang bagi dirinya sendiri (Mujahadatul Linafsihi),
·         penuh perhatian akan waktunya (Harishun Ala Waqtihi),
·         rapi urusannya (Munazhzhamun fi Syuunihi), dan
·         bermanfaat bagi orang lain (Nafi'un Lighoirihi).

Itu semua harus dimiliki oleh masing-masing al-akh.

2.      Pembentukan keluarga muslim (takwin baitul muslim), yaitu dengan mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya, menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya, memilih istri yang baik dan menjelaskan kepadanya hak dan kewajibannya, mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik, serta membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam.

3.      Bimbingan masyarakat, yakni dengan menyebarkan dakwah, memerangi perilaku yang kotor dan munkar, mendukung perilaku utama, amar ma'ruf, bersegera mengerjakan kebaikan, menggiring opini umum untuk memahami fikrah islamiyah dan mencelup praktek kehidupan dengannya terus-menerus. Itu semua adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap akh sebagai pribadi, juga kewajiban bagi jamaah sebagai institusi yang dinamis.

4.      Pembebasan tanah air dari setiap penguasa asing -non-Islam- baik secara politik, ekonomi, maupun moral.

5.      Memperbaiki keadaan pemerintah (islahul hukumah), sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik. Dengan begitu ia dapat memainkan perannya sebagai khadimul ummat (pelayan umat) dan pekerja yang bekerja demi kemaslahatan mereka. Pemerintah Islam adalah pemerintah yang anggotanya terdiri dari kaum musliminyang menunaikan kewajiban-kewajiban Islam, tidak terang-terangan dengan kemaksiatan, dan konsistenmenerapkan hukum-hukum serta ajaran Islam.

Tidaklah mengapa menggunakan orang-orang non-Islam -jika dalam keadaan darurat- asalkan bukan untuk posisi jabatan strategis. Tidak terlalu penting mengenai bentuk dan nama jabatan itu, selama sesuai dengan kaidah umum dalam sistem undang-undang Islam, maka boleh.

Beberapa sifat yang dibutuhkan antara lain: rasa tanggung jawab, kasih sayang kepada rakyat, adil terhadap semua orang, tidak tamak terhadap kekayaan negara, dan ekonomis dalam penggunaannya.

Beberapa kewajiban yang harus ditunaikan antara lain: menjaga keamanan, menerapkan undang-undang, menyebarkan nilai-nilai ajaran, mempersiapkan kekuatan, menjaga kesehatan, melindungi keamanan umum, mengembangkan investasi dan menjaga kekayaan, mengokohkan mentalitas, serta menyebarkan dakwah.

Beberapa haknya -tentu, jika telah ditunaikan kewajibannya- antara lain loyalitas dan ketaatan, serta pertolongan terhadap jiwa dan hartanya.

Apabila ia mengabaikan kewajibannya, maka berhak atasnya nasehat dan bimbingan, lalu -jika tidak ada perubahan- bisa diterapkan pemecatan dan pengusiran. Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.

6.      Usaha mempersiapkan seluruh aset negeri di dunia ini (al kayyan ad dauli) untuk kemaslahatan umat Islam. Hal demikian itu dilakukan dengan cara membebaskan seluruh negeri, membangun kejayaannya, mendekatkan peradabannya, dan menyatukan kata-katanya, sehingga dapat mengembalikan tegaknya kekuasan khilafah yang telah hilang dan terwujudnya persatuan yang di impi-impikan bersama.

7.      Penegakan kepemimpinan dunia (ustadziyatul ‘alam) dengan penyebaran dakwah Islam di seantero negeri.

"Sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama itu hanya untuk Allah belaka." (AlBaqarah:193)
"Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya." (At-Taubah: 32)
Empat yang terakhir ini wajib ditegakkan oleh jamaah dan oleh setiap akh sebagai anggota dalam jamaahini. Sungguh, betapa besarnya tanggung jawab ini dan betapa agungnya tujuan ini. Orang melihatnya sebagai khayalan, sedangkan seorang muslim melihatnya sebagai kenyataan. Kita tidak pernah putus asa meraihnya dan -bersama Allah- kita memiliki cita-cita luhur.
"Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan orang tidak Mengetahuinya " (Yusuf: 21)

http://lionmoslem.multiply.com/journal/item/39?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem